Mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah bukan sekadar mengurangi jumlah halaman atau memindahkan isi setiap bab ke dalam format yang lebih pendek. Konversi dilakukan dengan menentukan fokus utama penelitian, memilih temuan yang paling penting, menulis ulang setiap bagian secara ringkas, dan menyesuaikan naskah dengan pedoman jurnal tujuan. Artikel ini menjelaskan tahapan mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah dengan menggunakan sistematika SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran sebagai contoh.
Pendahuluan
Skripsi dan artikel ilmiah dapat bersumber dari penelitian yang sama, tetapi keduanya memiliki tujuan penulisan yang berbeda. Skripsi disusun untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mempertanggungjawabkan penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, skripsi biasanya memuat uraian yang panjang, landasan teori yang luas, penjelasan metode secara terperinci, serta lampiran yang lengkap.
Artikel ilmiah ditulis untuk menyampaikan satu fokus penelitian kepada pembaca jurnal secara ringkas dan terarah. Pembaca artikel tidak memerlukan seluruh proses penyusunan skripsi. Mereka terutama ingin mengetahui masalah yang diteliti, alasan penelitian perlu dilakukan, metode yang digunakan, temuan utama, makna temuan, dan kontribusinya bagi bidang ilmu. Karena itu, American Psychological Association menempatkan konversi skripsi sebagai proses adaptasi menjadi tulisan baru yang sesuai dengan tujuan dan pembaca jurnal, bukan sekadar memotong naskah lama.
Kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah membuka naskah skripsi, menghapus beberapa paragraf dari setiap bab, lalu menggabungkan bagian yang tersisa ke dalam templat jurnal. Cara ini umumnya menghasilkan artikel yang masih terasa seperti skripsi: pendahuluannya terlalu panjang, metode dipenuhi definisi, hasil penelitian tidak terfokus, dan pembahasan hanya mengulang data. Konversi yang benar dimulai dengan menentukan jurnal tujuan dan membangun kembali artikel berdasarkan temuan utama penelitian.
1. Memahami Perbedaan Skripsi dan Artikel Ilmiah
Perbedaan skripsi dan artikel ilmiah tidak hanya terletak pada jumlah halaman. Keduanya memiliki orientasi, pembaca, struktur, dan tingkat perincian yang berbeda.
| Aspek | Skripsi | Artikel ilmiah |
|---|---|---|
| Tujuan | Memenuhi persyaratan akademik dan menunjukkan penguasaan penelitian | Menyebarluaskan temuan dan kontribusi ilmiah |
| Pembaca utama | Pembimbing, penguji, dan lingkungan perguruan tinggi | Editor, reviewer, peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi |
| Fokus | Menjelaskan keseluruhan proses penelitian | Menyampaikan satu fokus dan temuan utama |
| Struktur | Disusun dalam beberapa bab dan subbab | Mengikuti sistematika jurnal tujuan |
| Kajian pustaka | Luas dan dapat berdiri sebagai bab tersendiri | Dipilih secara selektif untuk membangun state of the art dan kesenjangan penelitian |
| Metode | Sangat terperinci dan dapat memuat definisi konseptual | Ringkas, tetapi cukup jelas untuk menilai ketepatan penelitian |
| Hasil | Dapat menyajikan seluruh hasil pengolahan data | Menampilkan hasil yang menjawab tujuan penelitian |
| Pembahasan | Dapat diuraikan secara luas | Berfokus pada makna, perbandingan, penyebab, dan implikasi temuan |
| Daftar pustaka | Memuat sumber yang digunakan dalam keseluruhan skripsi | Hanya memuat sumber yang benar-benar dikutip dalam artikel |
Dengan demikian, artikel ilmiah bukan “skripsi versi pendek”, melainkan tulisan baru yang dibangun dari data dan temuan skripsi.
2. Menentukan Jurnal Tujuan Sebelum Mengonversi Naskah
Jurnal tujuan perlu ditentukan sebelum penulis mulai mengubah skripsi. Setiap jurnal memiliki fokus, sistematika, panjang naskah, gaya sitasi, dan ketentuan teknis yang berbeda. Artikel yang secara substansi baik dapat dikembalikan oleh editor apabila tidak sesuai dengan ruang lingkup atau templat jurnal.
Sebagai contoh, SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Berdasarkan pedoman penulisnya, beberapa ketentuan utama yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| Panjang artikel | 10–15 halaman, tidak termasuk daftar pustaka |
| Judul | Maksimal 15 kata |
| Abstrak | Satu paragraf dan maksimal 250 kata |
| Kata kunci | Maksimal lima kata atau frasa |
| Pendahuluan | Maksimal 20% dari keseluruhan halaman artikel |
| Sistematika | Judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, penutup, dan daftar pustaka |
| Gaya sitasi | APA edisi ke-7 |
| Daftar pustaka | Minimal 20 sumber dan lebih dari 80% berupa rujukan primer terbaru |
| Format utama | Times New Roman 11 pt dengan jarak antarbaris 1,15 |
Apabila penulis menggunakan tepat 20 sumber, ketentuan “lebih dari 80%” berarti sekurang-kurangnya 17 sumber harus berupa rujukan primer terbaru. Enam belas sumber hanya mencapai 80%, belum lebih dari 80%.
Ketentuan tersebut tidak boleh diperiksa setelah artikel selesai ditulis. Pedoman jurnal harus menjadi dasar ketika penulis memilih isi yang dipertahankan, diringkas, ditulis ulang, atau dikeluarkan dari artikel.
3. Menentukan Fokus Utama Artikel
Satu skripsi dapat memuat banyak data, variabel, indikator, dan temuan. Artikel tidak selalu harus membawa seluruh isi tersebut. Penulis perlu menentukan satu pesan ilmiah utama yang akan diterima pembaca.
Fokus artikel dapat ditentukan dengan menjawab tiga pertanyaan berikut.
-
Apa masalah utama yang dijawab oleh penelitian?
-
Apa temuan paling penting yang diperoleh?
-
Apa arti atau kontribusi temuan tersebut bagi pendidikan dan pembelajaran?
Jawaban atas ketiga pertanyaan tersebut dapat dirumuskan dalam satu kalimat, misalnya:
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan problem-based learning berbantuan video berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
Kalimat tersebut selanjutnya menjadi pengikat antara judul, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Setiap bagian artikel harus mendukung fokus yang sama.
Jika skripsi memiliki beberapa rumusan masalah yang sangat berbeda, penulis dapat mempertimbangkan lebih dari satu artikel. Setiap artikel harus mempunyai fokus, analisis, dan kontribusi yang jelas serta tidak mengulang substansi artikel lain secara berlebihan.
4. Memetakan Bagian Skripsi ke dalam Artikel
Konversi dapat dimulai dengan memetakan sumber bahan dari setiap bagian skripsi.
| Bagian skripsi | Bagian artikel | Tindakan yang dilakukan |
|---|---|---|
| Judul skripsi | Judul artikel | Dipadatkan dan difokuskan pada variabel, subjek, atau temuan utama |
| Abstrak skripsi | Abstrak artikel | Ditulis ulang setelah seluruh artikel selesai |
| BAB I Pendahuluan | Pendahuluan | Dipilih bagian yang menjelaskan masalah, bukti masalah, kesenjangan, solusi, dan tujuan |
| BAB II Kajian Pustaka | Pendahuluan dan pembahasan | Hanya teori dan penelitian terdahulu yang relevan dengan fokus artikel |
| BAB III Metode Penelitian | Metode penelitian | Dipadatkan tanpa menghilangkan informasi penting tentang desain, subjek, instrumen, pengumpulan data, dan analisis |
| BAB IV Hasil Penelitian | Hasil dan pembahasan | Dipilih hasil yang menjawab tujuan artikel dan dibahas dengan penelitian terdahulu |
| BAB V Penutup | Penutup | Ditulis ulang sebagai jawaban langsung atas tujuan penelitian |
| Lampiran | Umumnya tidak dimasukkan | Data atau instrumen tertentu dapat disediakan jika diminta jurnal |
| Daftar pustaka skripsi | Daftar pustaka artikel | Disaring dan hanya memuat sumber yang dikutip dalam artikel |
Pemetaan ini memperlihatkan bahwa BAB II tidak dipindahkan menjadi bagian “Kajian Pustaka” apabila sistematika jurnal tidak menyediakan bagian tersebut. Teori dan penelitian terdahulu dipilih, disintesis, lalu ditempatkan dalam pendahuluan atau digunakan untuk membahas temuan.
5. Mengubah Setiap Bagian Skripsi Menjadi Artikel
a. Mengubah Judul Skripsi
Judul skripsi sering memuat nama sekolah, kecamatan, kabupaten, kelas, mata pelajaran, dan tahun ajaran. Informasi administratif tersebut dapat dihilangkan apabila tidak menjadi unsur penting penelitian.
Contoh judul skripsi:
Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbantuan Media Video terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD Negeri Harapan pada Mata Pelajaran IPA Tahun Ajaran 2025/2026
Judul artikel:
Pengaruh Problem-Based Learning Berbantuan Video terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
Judul artikel mempertahankan perlakuan, kemampuan yang diukur, dan subjek penelitian. Nama sekolah, kelas, mata pelajaran, serta tahun ajaran dapat dijelaskan dalam metode penelitian.
b. Menulis Ulang Abstrak
Abstrak skripsi tidak sebaiknya langsung dipindahkan karena sering terlalu panjang dan memuat informasi yang tidak dibutuhkan pembaca artikel. Abstrak artikel ditulis setelah bagian lain selesai agar seluruh isinya selaras dengan naskah.
Abstrak sekurang-kurangnya mencakup:
-
masalah atau latar belakang singkat;
-
tujuan penelitian;
-
desain atau pendekatan penelitian;
-
subjek atau partisipan;
-
teknik pengumpulan dan analisis data;
-
hasil utama; dan
-
kesimpulan.
Berikut pola yang dapat digunakan:
Rendahnya [kemampuan atau kondisi yang menjadi masalah] menunjukkan perlunya [solusi yang ditawarkan]. Penelitian ini bertujuan untuk [tujuan penelitian]. Penelitian menggunakan [jenis/desain penelitian] dengan melibatkan [jumlah dan karakteristik subjek]. Data dikumpulkan melalui [instrumen atau teknik] dan dianalisis menggunakan [teknik analisis]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa [temuan utama disertai data penting]. Temuan tersebut menunjukkan bahwa [interpretasi singkat]. Dengan demikian, [kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian].
Abstrak harus memuat hasil nyata. Pernyataan seperti “hasil penelitian akan dibahas dalam artikel” atau “penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan” menunjukkan bahwa abstrak masih menyerupai proposal penelitian.
c. Menentukan Kata Kunci
Kata kunci dipilih dari konsep utama penelitian, bukan kata yang terlalu umum seperti “pendidikan”, “penelitian”, atau “siswa”.
Contoh:
Kata kunci: problem-based learning; media video; berpikir kritis; sekolah dasar
Kata kunci perlu konsisten dengan istilah yang digunakan dalam judul, abstrak, dan isi artikel.
d. Memadatkan Pendahuluan
Pendahuluan artikel bukan gabungan singkat BAB I dan seluruh BAB II. Bagian ini harus membangun alasan ilmiah mengapa penelitian dilakukan.
Pendahuluan dapat disusun dalam empat alur berikut.
-
Konteks dan masalah penelitian: menjelaskan kondisi yang diharapkan, masalah yang terjadi, dan bukti pendukungnya.
-
Perkembangan penelitian terdahulu: menunjukkan pendekatan atau temuan yang telah tersedia.
-
Kesenjangan dan solusi: menjelaskan bagian yang belum dikaji serta solusi yang ditawarkan penelitian.
-
Tujuan penelitian: menyatakan secara tegas sasaran penelitian.
Definisi umum yang tidak membantu membangun masalah perlu dikurangi. Pendahuluan tidak harus dimulai dengan kalimat seperti “pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana”. Artikel tentang kemampuan berpikir kritis, misalnya, lebih tajam apabila langsung menjelaskan pentingnya kemampuan tersebut, kondisi pembelajaran, bukti masalah, penelitian terdahulu, dan kesenjangan yang akan diisi.
e. Meringkas Metode Penelitian
Metode harus ringkas, tetapi tetap memungkinkan pembaca memahami dan menilai cara penelitian dilaksanakan. Bagian ini umumnya memuat:
-
jenis dan desain penelitian;
-
lokasi dan waktu penelitian jika relevan;
-
populasi, sampel, subjek, atau informan;
-
teknik pemilihan subjek;
-
variabel atau fokus penelitian;
-
instrumen dan teknik pengumpulan data;
-
validitas, reliabilitas, atau keabsahan data;
-
prosedur penelitian yang penting; dan
-
teknik analisis data.
Definisi panjang tentang penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, populasi, sampel, observasi, atau wawancara tidak perlu dipindahkan dari skripsi. Metode artikel harus menjelaskan apa yang benar-benar dilakukan oleh peneliti, bukan sekadar menguraikan pengertian metode menurut buku.
f. Menyeleksi Hasil dan Memperdalam Pembahasan
Bagian hasil menyajikan temuan yang menjawab tujuan penelitian. Penulis tidak perlu menampilkan seluruh proses perhitungan statistik, setiap keluaran aplikasi pengolah data, atau semua hasil pendukung yang tidak berkaitan langsung dengan fokus artikel.
Tabel digunakan untuk meringkas data, bukan mengulang seluruh uraian paragraf. Setelah tabel disajikan, penulis perlu menjelaskan pola, perbedaan, hubungan, atau temuan penting yang terlihat di dalamnya.
Pembahasan tidak berhenti pada kalimat “hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh”. Pembahasan perlu menjawab empat pertanyaan berikut.
-
Apa arti temuan tersebut?
-
Mengapa temuan itu dapat terjadi?
-
Apakah temuan sejalan atau berbeda dengan penelitian terdahulu?
-
Apa implikasinya bagi teori, pembelajaran, guru, siswa, atau penelitian selanjutnya?
Dengan pola tersebut, pembahasan bergerak dari penyebutan hasil menuju penafsiran ilmiah. Rujukan dari BAB II dapat digunakan secara selektif untuk menjelaskan dan membandingkan temuan, bukan dipindahkan seluruhnya.
g. Menulis Penutup
Kesimpulan harus menjadi jawaban langsung atas tujuan penelitian. Kesimpulan tidak perlu mengulang semua angka, tabel, dan uraian pembahasan.
Contoh pola kesimpulan:
Penerapan problem-based learning berbantuan video berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penggabungan masalah kontekstual dan penyajian visual membantu siswa mengidentifikasi informasi, menyusun alasan, serta mengevaluasi alternatif penyelesaian masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan video akan lebih bermakna apabila ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas pemecahan masalah, bukan hanya sebagai materi tontonan. Penelitian selanjutnya dapat menguji penerapannya pada materi, jenjang kelas, dan karakteristik siswa yang berbeda.
Kesimpulan tersebut menyampaikan jawaban, makna temuan, implikasi, dan peluang penelitian selanjutnya dalam satu alur.
h. Menyeleksi Daftar Pustaka
Tidak semua sumber dalam skripsi harus dipindahkan ke artikel. Daftar pustaka artikel hanya memuat sumber yang benar-benar dikutip. Sumber dipilih berdasarkan relevansinya dengan masalah, metode, dan pembahasan artikel.
Untuk mengikuti pedoman SIBERNETIK, penulis perlu:
-
menggunakan minimal 20 sumber;
-
memastikan lebih dari 80% merupakan rujukan primer terbaru;
-
mengutamakan artikel jurnal yang langsung mendukung pernyataan;
-
memeriksa kesesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka;
-
menyusun daftar pustaka secara alfabetis;
-
menggunakan format APA edisi ke-7; dan
-
menggunakan Zotero, Mendeley, atau aplikasi pengelola referensi lain.
Pedoman praktis penulisan sitasi dan daftar pustaka dapat dipelajari melalui artikel Penulisan Sitasi dan Daftar Pustaka Versi APA 7 pada laman PLPI.
6. Contoh Kerangka Konversi Artikel Pendidikan
Misalnya, sebuah skripsi meneliti pengaruh problem-based learning berbantuan video terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Kerangka artikelnya dapat dibangun sebagai berikut.
| Bagian | Fokus penulisan |
|---|---|
| Judul | Perlakuan, kemampuan yang diukur, dan subjek |
| Abstrak | Masalah, tujuan, desain eksperimen, subjek, instrumen, hasil uji, dan kesimpulan |
| Pendahuluan | Pentingnya berpikir kritis, kondisi pembelajaran, penelitian terdahulu, keterbatasan penelitian sebelumnya, solusi, dan tujuan |
| Metode | Desain kuasi eksperimen, kelompok penelitian, instrumen tes, prosedur perlakuan, dan analisis statistik |
| Hasil | Perbandingan kemampuan awal dan akhir serta hasil pengujian hipotesis |
| Pembahasan | Makna perubahan, peran pemecahan masalah dan video, perbandingan dengan penelitian terdahulu, serta implikasi pembelajaran |
| Penutup | Jawaban terhadap tujuan, implikasi, keterbatasan, dan arah penelitian berikutnya |
Seluruh bagian tersebut harus membentuk satu garis argumentasi. Jika judul menyebut kemampuan berpikir kritis, tujuan, instrumen, hasil, pembahasan, dan kesimpulan juga harus membahas kemampuan berpikir kritis. Ketidaksesuaian antarbagian merupakan salah satu masalah yang paling sering ditemukan dalam artikel hasil konversi skripsi.
7. Urutan Kerja yang Lebih Efisien
Artikel tidak harus ditulis mulai dari judul dan pendahuluan. Konversi dapat dilakukan dengan urutan berikut.
-
Unduh dan pelajari templat jurnal tujuan.
-
Rumuskan satu kalimat yang memuat temuan utama penelitian.
-
Pilih tabel, data, atau tema yang mendukung temuan tersebut.
-
Tulis bagian hasil penelitian.
-
Tulis metode yang benar-benar berkaitan dengan hasil.
-
Susun pembahasan untuk menafsirkan temuan.
-
Tulis pendahuluan berdasarkan masalah, penelitian terdahulu, kesenjangan, solusi, dan tujuan.
-
Rumuskan kesimpulan.
-
Tulis abstrak dan kata kunci.
-
Tentukan judul akhir.
-
Periksa sitasi, daftar pustaka, bahasa, format, dan kesesuaian dengan templat.
Urutan tersebut membantu penulis menjaga artikel tetap berpusat pada data dan temuan, bukan pada uraian latar belakang yang terlalu luas.
8. Kesalahan Umum dalam Konversi Skripsi
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah sebagai berikut.
Pertama, penulis hanya menghapus sebagian kalimat dari setiap bab tanpa menyusun kembali argumentasi artikel. Kedua, judul masih memuat terlalu banyak keterangan administratif. Ketiga, pendahuluan dipenuhi definisi umum dan belum menunjukkan kesenjangan penelitian. Keempat, seluruh BAB II dipindahkan ke artikel meskipun tidak berkaitan langsung dengan tujuan.
Kelima, metode lebih banyak menjelaskan definisi daripada tindakan penelitian. Keenam, hasil memuat keluaran statistik mentah tanpa penjelasan. Ketujuh, pembahasan hanya mengulang angka dalam tabel. Kedelapan, kesimpulan menyalin ringkasan hasil tanpa menjawab tujuan penelitian. Kesembilan, semua sumber dalam skripsi dimasukkan ke daftar pustaka meskipun tidak dikutip dalam artikel.
Kesepuluh, penulis mengejar angka kemiripan tertentu dengan mengganti kata menggunakan sinonim tanpa memperbaiki struktur tulisan. Tidak terdapat satu persentase kemiripan yang berlaku universal untuk menentukan pelanggaran publikasi. Penulis perlu menulis ulang artikel sesuai tujuan komunikasinya, mengutip sumber secara tepat, dan transparan apabila artikel berasal dari skripsi yang telah tersimpan dalam repositori.
9. Pemeriksaan Sebelum Artikel Dikirimkan
Sebelum melakukan pengiriman, penulis dapat memeriksa pertanyaan berikut.
-
Apakah artikel sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal?
-
Apakah judul menggambarkan fokus penelitian dan tidak lebih dari 15 kata?
-
Apakah abstrak memuat tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan?
-
Apakah kata kunci mewakili konsep utama penelitian?
-
Apakah pendahuluan menunjukkan masalah, state of the art, kesenjangan, solusi, dan tujuan?
-
Apakah metode menjelaskan apa yang benar-benar dilakukan?
-
Apakah hasil menjawab tujuan penelitian?
-
Apakah pembahasan menafsirkan dan membandingkan temuan?
-
Apakah kesimpulan menjadi jawaban atas tujuan penelitian?
-
Apakah semua sitasi tercantum dalam daftar pustaka?
-
Apakah semua sumber dalam daftar pustaka dikutip dalam artikel?
-
Apakah jumlah dan komposisi referensi telah memenuhi ketentuan jurnal?
-
Apakah naskah telah mengikuti templat jurnal?
-
Apakah kontribusi pembimbing dan pihak lain telah dibicarakan dalam penentuan kepenulisan?
-
Apakah asal artikel dari skripsi telah disampaikan secara transparan sesuai kebijakan jurnal?
10. Penutup
Mengubah skripsi menjadi artikel ilmiah merupakan proses memilih fokus, menyeleksi data, memadatkan uraian, dan menulis kembali hasil penelitian untuk pembaca yang lebih luas. Proses tersebut harus dimulai dari pedoman jurnal tujuan, bukan dari kegiatan menghapus halaman skripsi secara acak. Judul, tujuan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan perlu membentuk satu kesatuan yang berpusat pada temuan utama penelitian.
Skripsi menyediakan bahan penelitian yang lengkap, sedangkan artikel menyajikan bagian yang paling penting, relevan, dan bernilai bagi perkembangan ilmu. Melalui pemilihan fokus yang tepat dan penyesuaian sistematika secara cermat, hasil penelitian mahasiswa dapat diubah menjadi artikel yang ringkas, utuh, dan layak diajukan ke jurnal ilmiah.
Bagikan artikel melalui email atau WhatsApp kepada penulis, editor, atau pengelola jurnal.
Artikel Terkait
Bacaan lain yang dapat membantu penulis memahami publikasi ilmiah secara lebih praktis.
Tutorial Pengiriman Naskah Artikel Melalui Open Journal System
Artikel ini menyajikan panduan singkat bagi penulis yang ingin mengirimkan naskah artikel ilmiah melalui Open Journal System pada jurnal-jurnal yang dikelola oleh UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro serta mitra penerbit PT Media Edukasi Nusantara.
Baca ArtikelTutorial Melakukan Revisi Artikel pada Jurnal Berbasis Open Journal System
Panduan singkat ini menjelaskan langkah-langkah melakukan revisi artikel pada jurnal berbasis Open Journal System, mulai dari login, membuka naskah, melihat catatan reviewer, mengunggah file revisi, hingga mengonfirmasi pengiriman revisi.
Baca ArtikelPenulisan Sitasi dan Daftar Pustaka Versi APA 7
APA 7 merupakan gaya sitasi berbasis sistem penulis-tahun yang digunakan untuk menuliskan sumber rujukan secara ringkas di dalam teks dan secara lengkap dalam daftar pustaka.
Baca Artikel