APA 7 merupakan gaya sitasi berbasis sistem penulis-tahun yang digunakan untuk menuliskan sumber rujukan secara ringkas di dalam teks dan secara lengkap dalam daftar pustaka.
Pendahuluan
Dalam penulisan karya ilmiah, sitasi berfungsi untuk menunjukkan sumber gagasan, teori, data, pendapat, atau temuan penelitian yang digunakan penulis. Sitasi juga membantu pembaca menelusuri kembali sumber asli yang dirujuk. Salah satu gaya sitasi yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan, psikologi, ilmu sosial, bahasa, kesehatan, dan humaniora adalah APA Style edisi ke-7 atau APA 7.
APA 7 menggunakan sistem author-date, yaitu mencantumkan nama belakang penulis dan tahun terbit sumber di dalam teks. Setiap sumber yang dikutip di dalam teks harus dicantumkan secara lengkap dalam daftar pustaka. Sebaliknya, daftar pustaka hanya memuat sumber yang benar-benar dikutip dalam isi tulisan.
1. Pengertian Sitasi APA 7
Sitasi APA 7 adalah cara menuliskan rujukan dengan mencantumkan unsur utama berupa nama belakang penulis dan tahun terbit. Sitasi biasanya ditulis di dalam paragraf, baik di awal, tengah, maupun akhir kalimat.
Contoh dasar:
Bentuk naratif:
Hyland (2003) menjelaskan bahwa menulis akademik membutuhkan penguasaan isi, struktur, bahasa, dan konteks sosial penulisan.
Bentuk parentetik:
Menulis akademik membutuhkan penguasaan isi, struktur, bahasa, dan konteks sosial penulisan (Hyland, 2003).
Perbedaannya terletak pada posisi nama penulis. Pada sitasi naratif, nama penulis menjadi bagian dari kalimat. Pada sitasi parentetik, nama penulis dan tahun ditempatkan di dalam tanda kurung.
2. Jenis Sitasi dalam Teks APA 7
a. Sitasi Naratif
Sitasi naratif digunakan ketika nama penulis disebut sebagai bagian dari kalimat. Tahun terbit ditulis dalam tanda kurung setelah nama penulis.
Contoh:
Flower dan Hayes (1981) menyatakan bahwa proses menulis melibatkan aktivitas berpikir yang kompleks, seperti merencanakan, menuangkan gagasan, dan meninjau kembali tulisan.
b. Sitasi Parentetik
Sitasi parentetik digunakan ketika nama penulis dan tahun terbit dicantumkan di akhir atau tengah kalimat dalam tanda kurung.
Contoh:
Proses menulis tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga dengan tahapan berpikir, penyusunan gagasan, revisi, dan penyuntingan (Flower & Hayes, 1981).
c. Sitasi Langsung
Sitasi langsung digunakan apabila penulis mengutip kata-kata sumber secara persis. Dalam APA 7, kutipan langsung perlu mencantumkan nama penulis, tahun, dan nomor halaman.
Contoh:
Menurut Hyland (2003), “writing is a social and cultural act” (p. 2).
Contoh lain:
Penulisan akademik tidak hanya bersifat individual, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya penulisnya (Hyland, 2003, p. 2).
d. Sitasi Tidak Langsung atau Parafrasa
Sitasi tidak langsung digunakan ketika penulis menyampaikan kembali gagasan sumber dengan kata-kata sendiri. Nomor halaman tidak wajib, tetapi dapat ditambahkan jika penulis ingin menunjukkan bagian sumber yang lebih spesifik.
Contoh:
Menulis akademik dapat dipahami sebagai aktivitas sosial karena penulis harus menyesuaikan isi, struktur, dan gaya bahasa dengan komunitas akademik yang dituju (Hyland, 2003).
3. Aturan Sitasi Berdasarkan Jumlah Penulis
a. Satu Penulis
Format:
Nama belakang penulis (tahun)
atau
(Nama belakang penulis, tahun)
Contoh:
Murray (1972) menekankan bahwa menulis sebaiknya dipahami sebagai proses, bukan hanya sebagai produk akhir.
atau
Menulis sebaiknya dipahami sebagai proses, bukan hanya sebagai produk akhir (Murray, 1972).
b. Dua Penulis
Jika sumber ditulis oleh dua penulis, kedua nama selalu dicantumkan.
Contoh naratif:
Flower dan Hayes (1981) mengembangkan teori proses kognitif dalam menulis.
Contoh parentetik:
Menulis melibatkan proses kognitif yang berlangsung secara berulang dan tidak selalu linear (Flower & Hayes, 1981).
Dalam bahasa Indonesia, kata penghubung “dan” dapat digunakan dalam kalimat naratif. Namun, dalam tanda kurung, APA menggunakan simbol &.
c. Tiga Penulis atau Lebih
Untuk sumber dengan tiga penulis atau lebih, APA 7 menggunakan nama penulis pertama diikuti et al. sejak kutipan pertama.
Format:
Nama belakang penulis pertama et al. (tahun)
atau
(Nama belakang penulis pertama et al., tahun)
Contoh:
Rahman et al. (2022) menjelaskan bahwa penggunaan e-learning dapat memperluas ruang interaksi antara dosen dan mahasiswa.
atau
Penggunaan e-learning dapat memperluas ruang interaksi antara dosen dan mahasiswa (Rahman et al., 2022).
4. Sitasi Beberapa Sumber dalam Satu Kalimat
Jika satu pernyataan didukung oleh beberapa sumber, semua sumber dapat ditulis dalam satu tanda kurung dan dipisahkan dengan titik koma.
Contoh:
Menulis ilmiah memerlukan penguasaan isi, organisasi gagasan, gaya bahasa akademik, serta kemampuan merevisi tulisan secara berkelanjutan (Flower & Hayes, 1981; Hyland, 2003; Murray, 1972).
Urutan sumber dalam tanda kurung biasanya disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama.
5. Sitasi Sumber Tanpa Tahun
Jika sumber tidak memiliki tahun terbit, gunakan singkatan n.d. yang berarti no date.
Contoh:
Penggunaan media digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan akses mahasiswa terhadap materi ajar (Universitas San Pedro, n.d.).
Dalam daftar pustaka, tahun juga ditulis sebagai (n.d.).
6. Sitasi Sumber Tanpa Nama Penulis
Jika tidak ada nama penulis, gunakan judul sumber. Jika judul panjang, gunakan versi pendek dari judul tersebut.
Contoh:
Pembelajaran berbasis digital perlu dirancang secara interaktif agar mahasiswa tidak hanya membaca materi, tetapi juga terlibat dalam aktivitas belajar (“Pembelajaran Digital Interaktif,” 2023).
Jika judul artikel atau halaman web digunakan dalam sitasi, judul ditulis dengan tanda petik. Jika yang dirujuk adalah judul buku, laporan, atau dokumen utuh, judul ditulis miring.
7. Sitasi Lembaga atau Organisasi
Jika sumber ditulis oleh lembaga, nama lembaga digunakan sebagai penulis.
Contoh pertama:
American Psychological Association (2020) menjelaskan bahwa sitasi dalam teks harus membantu pembaca menemukan sumber lengkap dalam daftar pustaka.
Contoh berikutnya:
APA 7 menekankan kesesuaian antara sitasi dalam teks dan daftar pustaka (American Psychological Association, 2020).
Jika lembaga memiliki singkatan resmi, singkatan dapat diperkenalkan pada kutipan pertama.
Contoh:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek, 2022) menjelaskan bahwa pembelajaran perlu diarahkan pada pengembangan kompetensi mahasiswa.
Pada kutipan berikutnya:
Pengembangan kompetensi mahasiswa perlu didukung oleh desain pembelajaran yang sistematis (Kemendikbudristek, 2022).
8. Contoh Sitasi dalam Paragraf
Berikut contoh penggunaan sitasi APA 7 dalam paragraf akademik.
Contoh Paragraf 1: Sitasi Naratif dan Parentetik
Menulis ilmiah merupakan keterampilan kompleks yang tidak dapat dikuasai hanya melalui penjelasan teori. Murray (1972) menegaskan bahwa menulis sebaiknya dipahami sebagai proses yang melibatkan kegiatan menemukan gagasan, menyusun draf, merevisi, dan menyempurnakan tulisan. Pandangan ini sejalan dengan Flower dan Hayes (1981), yang menjelaskan bahwa proses menulis melibatkan aktivitas kognitif seperti perencanaan, penerjemahan gagasan ke dalam bahasa tulis, dan peninjauan kembali hasil tulisan. Oleh karena itu, pembelajaran menulis ilmiah perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengalami proses menulis secara bertahap, bukan hanya menghasilkan produk akhir berupa artikel ilmiah (Hyland, 2003).
Contoh Paragraf 2: Beberapa Sumber dalam Satu Tanda Kurung
Pembelajaran menulis artikel ilmiah perlu diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir, menyusun argumen, menggunakan bahasa akademik, dan melakukan revisi secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, pendekatan proses menulis menjadi relevan karena menekankan tahapan pramenulis, penyusunan draf, revisi, penyuntingan, dan publikasi. Setiap tahap memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki kualitas gagasan, struktur, dan bahasa tulisannya. Dengan demikian, menulis tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sekali jadi, tetapi sebagai proses akademik yang berkembang melalui latihan, umpan balik, dan refleksi (Flower & Hayes, 1981; Hyland, 2003; Murray, 1972).
Contoh Paragraf 3: Sitasi Lembaga dan Sumber Digital
Dalam pembelajaran modern, pemanfaatan e-learning dapat mendukung proses penulisan ilmiah karena menyediakan ruang untuk mengunggah draf, memberi komentar, melakukan diskusi, dan menyimpan rekam jejak revisi. American Psychological Association (2020) menekankan pentingnya kejelasan sumber dalam penulisan akademik agar pembaca dapat menelusuri kembali informasi yang digunakan. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak hanya perlu memahami isi artikel ilmiah, tetapi juga harus mampu menulis sitasi dan daftar pustaka secara benar sesuai gaya rujukan yang digunakan.
9. Pengertian Daftar Pustaka APA 7
Daftar pustaka dalam APA 7 disebut References. Dalam bahasa Indonesia, istilah yang umum digunakan adalah Daftar Pustaka. Bagian ini memuat informasi lengkap tentang semua sumber yang dikutip dalam isi tulisan.
Daftar pustaka berfungsi untuk:
- menunjukkan sumber asli yang digunakan;
- memudahkan pembaca menelusuri sumber;
- menghindari plagiarisme;
- memperkuat kredibilitas tulisan ilmiah;
- menunjukkan keluasan bacaan penulis.
10. Prinsip Umum Penulisan Daftar Pustaka APA 7
Beberapa prinsip umum penulisan daftar pustaka APA 7 adalah sebagai berikut.
Pertama, daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis pertama. Kedua, nama penulis ditulis dengan format nama belakang diikuti inisial nama depan dan tengah. Ketiga, tahun terbit ditulis dalam tanda kurung. Keempat, judul buku dan nama jurnal ditulis miring. Kelima, judul artikel jurnal tidak ditulis miring. Keenam, DOI ditulis dalam bentuk tautan aktif dengan format . Ketujuh, jika sumber berasal dari web dan tidak memiliki DOI, URL dapat dicantumkan.
11. Format dan Contoh Daftar Pustaka APA 7
a. Buku
Format:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku: Subjudul buku. Penerbit.
Contoh:
Hyland, K. (2003). Second language writing. Cambridge University Press.
Contoh lain:
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
b. Buku dengan Dua Penulis
Format:
Nama Belakang, Inisial., & Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku. Penerbit.
Contoh:
Gastel, B., & Day, R. A. (2022). How to write and publish a scientific paper (9th ed.). Greenwood.
c. Artikel Jurnal
Format:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman. https://doi.org/xxxxx
Contoh:
Flower, L., & Hayes, J. R. (1981). A cognitive process theory of writing. College Composition and Communication, 32(4), 365–387. https://doi.org/10.2307/356600
d. Artikel Jurnal Tanpa DOI
Format:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman.
Contoh:
Murray, D. M. (1972). Teach writing as a process not product. The Leaflet, 71(3), 11–14.
e. Bab dalam Buku Editor
Format:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul bab. Dalam Inisial. Nama Belakang Editor (Ed.), Judul buku (hal. xx–xx). Penerbit.
Contoh:
Graham, S. (2019). Changing how writing is taught. Dalam S. Graham, C. A. MacArthur, & M. Hebert (Eds.), Best practices in writing instruction (3rd ed., pp. 1–28). The Guilford Press.
f. Artikel dari Website
Format:
Nama Belakang, Inisial. atau Nama Lembaga. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL
Contoh:
American Psychological Association. (2020). In-text citations. APA Style. https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/citations
g. Dokumen atau Laporan dari Lembaga
Format:
Nama Lembaga. (Tahun). Judul dokumen atau laporan. Penerbit atau Nama Situs. URL
Contoh:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
h. Skripsi, Tesis, atau Disertasi
Format:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul skripsi, tesis, atau disertasi [Jenis karya ilmiah, Nama Perguruan Tinggi]. Nama Repositori. URL
Contoh:
Rahman, A. (2021). Pengembangan model pembelajaran menulis akademik berbasis digital [Disertasi doktoral, Universitas Negeri Yogyakarta]. Repositori Universitas Negeri Yogyakarta.
i. Prosiding Seminar
Format:
Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Dalam Nama Prosiding (hal. xx–xx). Penerbit. DOI atau URL
Contoh:
Sari, M., & Putra, R. (2023). Integrasi e-learning dalam pembelajaran menulis ilmiah mahasiswa. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa (hal. 115–126). Fakultas Bahasa dan Seni.
j. Sumber dengan Tiga sampai Dua Puluh Penulis
Dalam daftar pustaka APA 7, nama semua penulis dicantumkan sampai maksimal dua puluh penulis.
Contoh:
Rahman, A., Sari, M., Putra, R., Lestari, D., & Wijaya, H. (2022). Strategi pembelajaran menulis akademik berbasis proses. Jurnal Pendidikan Bahasa, 10(2), 145–160.
k. Sumber dengan Lebih dari Dua Puluh Penulis
Jika penulis lebih dari dua puluh orang, tuliskan 19 penulis pertama, gunakan tanda elipsis, lalu tuliskan nama penulis terakhir.
Format ringkas:
Penulis 1, Penulis 2, Penulis 3, ... Penulis terakhir. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, volume(nomor), halaman.
12. Contoh Daftar Pustaka Lengkap APA 7
Berikut contoh penulisan daftar pustaka yang disusun secara alfabetis.
Daftar Pustaka
American Psychological Association. (2020). In-text citations. APA Style. https://apastyle.apa.org/style-grammar-guidelines/citations
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Flower, L., & Hayes, J. R. (1981). A cognitive process theory of writing. College Composition and Communication, 32(4), 365–387. https://doi.org/10.2307/356600
Gastel, B., & Day, R. A. (2022). How to write and publish a scientific paper (9th ed.). Greenwood.
Graham, S. (2019). Changing how writing is taught. Dalam S. Graham, C. A. MacArthur, & M. Hebert (Eds.), Best practices in writing instruction (3rd ed., pp. 1–28). The Guilford Press.
Hyland, K. (2003). Second language writing. Cambridge University Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Murray, D. M. (1972). Teach writing as a process not product. The Leaflet, 71(3), 11–14.
Rahman, A. (2021). Pengembangan model pembelajaran menulis akademik berbasis digital [Disertasi doktoral, Universitas Negeri Yogyakarta]. Repositori Universitas Negeri Yogyakarta.
Sari, M., & Putra, R. (2023). Integrasi e-learning dalam pembelajaran menulis ilmiah mahasiswa. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa (hal. 115–126). Fakultas Bahasa dan Seni.
13. Kesalahan Umum dalam Penulisan APA 7
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan sitasi dan daftar pustaka APA 7 adalah sebagai berikut.
Pertama, penulis mencantumkan sumber dalam daftar pustaka, tetapi sumber tersebut tidak pernah dikutip dalam isi tulisan. Kedua, penulis mengutip sumber dalam paragraf, tetapi lupa menuliskannya dalam daftar pustaka. Ketiga, penulis menulis nama depan penulis secara lengkap dalam daftar pustaka, padahal APA menggunakan inisial. Keempat, penulis tidak membedakan penggunaan “dan” dalam narasi dan simbol “&” dalam tanda kurung. Kelima, penulis lupa mencantumkan nomor halaman pada kutipan langsung. Keenam, penulis menulis judul artikel jurnal dengan huruf kapital pada semua kata, padahal APA 7 menggunakan gaya kapitalisasi kalimat untuk judul artikel. Ketujuh, penulis tidak mencantumkan DOI padahal artikel memiliki DOI.
14. Penutup
Penulisan sitasi dan daftar pustaka APA 7 merupakan keterampilan penting dalam karya ilmiah. Melalui sitasi yang benar, penulis menunjukkan kejujuran akademik, menghargai karya orang lain, dan membantu pembaca menelusuri sumber rujukan. Secara umum, sitasi APA 7 menggunakan sistem nama belakang penulis dan tahun terbit, sedangkan daftar pustaka memuat informasi lengkap tentang sumber yang dikutip. Oleh karena itu, setiap penulis perlu memastikan bahwa semua sumber yang dikutip dalam teks tercantum dalam daftar pustaka, dan semua sumber dalam daftar pustaka benar-benar digunakan dalam isi tulisan.
Bagikan artikel melalui email atau WhatsApp kepada penulis, editor, atau pengelola jurnal.
Artikel Terkait
Bacaan lain yang dapat membantu penulis memahami publikasi ilmiah secara lebih praktis.
Tutorial Pengiriman Naskah Artikel Melalui Open Journal System
Artikel ini menyajikan panduan singkat bagi penulis yang ingin mengirimkan naskah artikel ilmiah melalui Open Journal System pada jurnal-jurnal yang dikelola oleh UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro serta mitra penerbit PT Media Edukasi Nusantara.
Baca ArtikelTutorial Melakukan Revisi Artikel pada Jurnal Berbasis Open Journal System
Panduan singkat ini menjelaskan langkah-langkah melakukan revisi artikel pada jurnal berbasis Open Journal System, mulai dari login, membuka naskah, melihat catatan reviewer, mengunggah file revisi, hingga mengonfirmasi pengiriman revisi.
Baca Artikel